kain tenun sumba

 "Kain Tenun sumba" adalah kain yang dibuat dari proses "menenun" oleh masyarakat "Nusa Tenggara Timur".Tenun sendiri merupakan kegiatan membuat kain dengan cara memasukkan benang "pakan" secara "horizontal" pada benang-benang "lungsin ", biasanya telah diikat dahulu dan sudah dicelupkan ke pewarna alami. Pewarna alami tersebut biasanya dibuat dari " Akar-akar", "pohon", dan ada pula yang menggunakan " Dedaunan".

Berikut beberapa gambar penenun dan kain tenunnya:










Tenun Sumba


dari pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Jenis dan corak kain itu sudah lama terkenal karena unik berdasarkan bahan yang digunakan, motif dan proses pembuatan yang memerlukan waktu relatif lama, yakni 4 sampai 6 bulan untuk sehelai kain tenun berukuran lebar

Tenun Sumba dapat memakan waktu yang sangat lama untuk memproduksinya.

Rentang waktu yang dibutuhkan untuk membuat tenun Sumba dapat memakan waktu mulai dari 4 bulan hingga menahun.

Tenun Sumba juga memiliki keberagaman motif dan makna, umumnya terinpirasi dari hewan.

6 Motif Kain Khas Sumba
  • Kain Sumba Motif Ayam. Kain Sumba Motif Ayam
  • Kain Sumba Motif Kuda. Kain Sumba Motif Kuda
  • Kain Sumba Motif Rusa. Kain Sumba Motif Rusa
  • Kain Sumba Motif Manusia.
  • Kain Sumba Motif Mamuli.
  • Kain Sumba Motif Garis

Perbedaan harganya tergantung pada ketebalan kain dan kerapatan benang berwarna yang ditenun menjadi kain. Semakin rapat sisiran-nya (tingkat kerapatan tenunnya), kain akan semakin rapat, semakin tebal, dan harganya semakin mahal. Kerapatan tenunan ini diatur oleh alat tenun yang digunakan.

Cara merawat kain tenun:

Cukup gunakan air biasa saja yang bersih. Ketika proses mencucinya jangan menggunakan mesin cuci dan harus dicuci menggunakan tangan. Cara mencuci kain tenun yang benar adalah tidak boleh direndam tapi cukup di celup-celupkan saja sampai seluruh kain basah. Jangan dikucek apalagi di peras dengan cara dipelintir.


Selain itu ada juga motif kain tenun sumba timur berupa motif buaya atau naga menggambarkan kekuatan dan kekuasaan raja, motif ayam melambangkan kehidupan wanita dan motif burung, umumnya kakatua, melambangkan persatuan.








Komentar